Kabupaten Aceh Timur
PELUANG INVESTASI

Kabupaten Aceh Timur sangat kaya akan sumber daya alam nya, seperti Kelapa Sawit, Kayu, dan Beras. Aceh Timur Pernah mempunyai industry kayu lapis (3 perusahaan) Namun saat ini karena kekurangan bahan baku , ke 3 pabrik Kayu Lapis itu tidak lagi berfungsi. Namun Aceh Timur masih memiliki perusahaan yang menghasilkan Pabrik Lem (PT. Dyna Mugi).

Pabrik Karet dan Pabrik Minyak Kelapa Sawit. Aceh Timur juga merupakan wilayah tempat beroperasinya satu-satunya perusahaan perkebunan milik Negara yang berada diAceh yaitu PTPN I yang menghasilkan Karet dan Minyak Kelapa Sawit.

Selain perkebunan, perikanan tetap mnjadi nandalan di dukung oleh letak geografis yang membuju sepanjang pantai timur provinsi Aceh dan berbatasan dengan Selat Malka, membuat Aceh Timur menjadi tempat strategis untuk penangkapan ikan laut. Rawa , air genangan , tambak, dan sungai juga mnjadi pendukung perikanan darat.

Perikanan laut yang di dukung oleh pelabuhan Ldi sebagai Pelabuhan ikan memberikan konstribusi besar terhadap perekonomian Aceh Timur.

Produksi Perikananya terdiri atas Udang Windu. Udang Putih , Udang Api-api dan Bandeng. Hasil Perikanan ini selain untuk mengisi kebutuhan pasar local juga di pasarkan ke medan dalam bentuk segar.

Aceh Timur juga menghasilkan industry pangan yang memanfaatkan hasil tanmaman pangan Tempe, Tahu , dan Pisang Sale.

Di   samping   itu,   juga   terdapat   beberapa   peluang   yang merupakan  tren  dan  perkembangan  di  luar wilayah/komunitas/organisasi  yang  dapat membantu tercapainya visi dan misi investasi di Aceh Timur. Diantaranya adalah

1. Kondisi keamanan yang semakin baik di Aceh Timur;

2. Penambahan alokasi anggaran setiap tahun ;

3. Perencanaan pembangunan jalan highway lintas Sumatera;

4. Perencanaan pembangunan pembangkit listrik berdasarkan potensi alam Aceh Timur;

5. Kesepakatan perdagangan bebas antar negara di kawasan ASEAN

6. Kesempatan   kerjasama   luar   negeri   yang   semakin   terbuka;

7. Berlakunya visa on arrival di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda;

8. Terselenggaranya  penerbangan  langsung  langsung Banda Aceh-Penang dan  Banda Aceh–Kuala Lumpur;

9. Penyelenggaraan  pelayanan  perizinan  satu  pintu  yang  memudahkan  investor mendapatkan izin usaha.