Gubernur Aceh Diminta Turunkan Alat Berat
Gubernur Aceh Diminta Turunkan Alat Berat
Posted by : Administrator Tanggal : 07 Desember 2017 Telah dibaca : 20 Kali

Tangani Longsor Jalan Lintas Provinsi

ACEH TIMUR – Pemerintah Aceh melalui instansi terkait diminta segera menurunkan alat berat untuk menangani bencana alam berupa tanah longsor yang menutupi badan jalan lintasan yang menghubungkan Peureulak (Kabupaten Aceh Timur) dengan Pinding (Kabupaten Gayo Lues).

“Jalan Peureulak – Pinding itu lintasan propinsi, segala bentuk perawatan dan pembangunan menjadi tanggung jawab Pemerintah Aceh,” kata Bupati Aceh Timur, H. Hasballah HM.Thaib atau Bupati Rocky, Rabu 6 Desember 2017.

Oleh karenanya, Pemerintah Aceh melalui Dinas Bina Marga Provinsi Aceh, segera menurunkan alat berat kesana. Untuk mengantisipasi longsor kedepan diharapkan alat berat milik Provinsi Aceh ditempatkan di pantai timur Provinsi Aceh.

“Hal ini penting mengingat jalan lintas provinsi itu rawan longsor setiap musim penghujan, bahkan saat ini tanah longsor telah menutupi badan jalan hingga memutuskan hubungan darat dari Peureulak ke Lokop,” ujar Bupati Rocky.

Sebagaimana diketahui, akibat cuaca buruk mengakibatkan terjadinya tanah longsor hingga menutupi badan jalan di Dusun Cane, Desa Rampah, Kec. Serbajadi—Lokop, Aceh Timur, Selasa 5 Desember 2017 sekira pukul 14:30 Wib. Akibatnya, hubungan darat antara Peureulak ke Lokop, putus total.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Timur, bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Aceh Timur, telah mengerahkan alat berat, Rabu 6 Desember 2017, dinihari. Hingga siang kemarin, proses pembersihan masih dilakukan dengan target hubungan darat kembali lancar.

“Kita melakukan pembersihan tanah longsor dengan tujuan agar masyarakat Lokop, tidak terkurung. Jika tidak maka mereka akan terisolir, begitu juga dengan hubungan darat dari Blang Kejeren ke Peureulak, juga putus total,” kata Kepala BPBD Aceh Timur, Syahrizal Fauzi, S.STP, M.AP.

Ditambahkan, pembersihan itu dilakukan untuk membantu masyarakat agar tidak terkurung. Meskipun jalan lintasan tersebut menjadi tanggung jawab Pemerintah Aceh, tetapi pihaknya membersihkan tanah longsor diatas badan jalan demi lancarnya arus transportasi. “Mungkin untuk memindahkan tanah longsor ini butuhkan waktu beberapa hari, minimal 5 hari,” kata Syahrizal Fauzi.(Admin/TI/HS/Humas_Setdakab)

Teks Foto :

KEPALA BPBD Aceh Timur, Syahrizal Fauzi, S.STP, M.AP, bersama petugas Dinas PUPR mengawasi alat berat ketika dilakukan pembersihan tanah longsor yang menutupi badan jalan lintas provinsi di Desa Rampah, Kecamatan Serba jadi Lokop, Aceh Timur, Rabu 6 Desember 2017, dinihari. Foto: Humas Pemkab Aceh Timur